Ki Aori's Journal

Just another WordPress.com site

29 Maret 2014: Simple Hi

Sabtu, 29 Maret 2014, 14.14 WIB

Hai, sudah lama sekali Ki tidak menulis di blog ini. Ternyata ada banyak yang terjadi, dan semuanya menakjubkan. :D

Hai, apa kabar semuanya? Walau kita sudah lama tidak berjumpa, tapi kita masih tetap bersemangat untuk menjalani hari, ‘kan? Bagaimana hari-harimu? Hal baik apa saja yang terjadi? :)

Hai, mungkin ini menyebalkan. Setelah sekian lama tidak berjumpa, Ki jadi sok akrab lagi dengan selalu menyapa “hai”. Tapi, teman-teman tidak tahu ‘kan apa keajaiban dari sapaan “hai”? :)

“Simple hi” bisa jadi awal yang luar biasa untuk memperkuat hubungan. Tidak percaya? Coba saja sapa “hai” ke seseorang yang berada di sekitarmu sekarang. Sebentar lagi kalian pasti akan tertawa bersama. :D

-Ki Aori-

Tinggalkan komentar »

22 Oktober 2012: Beruntung

Senin, 22 Oktober 2012, ±20.00 WIB

Ada orang yang bilang kalau dirinya beruntung karena suka makanan pedas. Tapi ada juga orang tidak suka makanan pedas yang bilang kalau dirinya beruntung karena bisa terhindar dari sakit perut.

Ada orang yang bilang kalau dirinya beruntung karena bisa menjadi artis terkenal. Tapi ada juga orang bukan artis yang bilang kalau dirinya beruntung karena bebas menikmati lebih banyak waktu dengan orang-orang terdekat.
Baca entri selengkapnya »

1 Komentar »

28 September 2012: Cita-cita

Ki pikir, mungkin berbagi tentang keseharian Ki bisa jadi sesuatu yang beda.

Jurnal ini akan berisi tentang keseharian Ki yang apa adanya. Yang berusaha untuk membuat segalanya lucu, menyenangkan, dan bersemangat. :-)

Jumat, 28 September 2012, ±16.00 WIB

Sudah sebulan, ya, Ki tidak update jurnal. Banyak halangan dan rintangan menghadang. Tapi, dalam rentang waktu sebulan ini, Ki cukup banyak menemukan hal simple yang bisa memotivasi diri. Salah satunya akan Ki sampaikan dengan singkat. :)

Suatu pagi, ada seorang dosen yang menyinggung tentang cita-cita. Katanya, sebagai anak kuliah, kita sudah harus menentukan cita-cita. Tentu saja agar kita bisa menyiapkan segala sesuatunya dari sekarang. Dan, cita-cita itu harus spesifik. Kita tidak lagi anak kecil yang bercita-cita menjadi insinyur. Insinyur terlalu abstrak untuk diwujudkan.

Kemudian, dosen itu menyebutkan salah satu contohnya, “Saya mau bekerja di perusahaan kereta dorong bayi!”

Spontan saja semua yang mendengarnya tertawa. Tetapi, dosen itu terlihat serius. Beliau bilang, dengan cita-cita yang spesifik, hidup kita akan lebih terarah. Kita akan lebih fokus, dan bahkan bisa menjadi ahlinya dalam bidang tersebut.
Baca entri selengkapnya »

2 Komentar »

27 Agustus 2012: Mendengarkan = Membahagiakan

Ki pikir, mungkin berbagi tentang keseharian Ki bisa jadi sesuatu yang beda.

Jurnal ini akan berisi tentang keseharian Ki yang apa adanya. Yang berusaha untuk membuat segalanya lucu, menyenangkan, dan bersemangat. :-)

Senin, 27 Agustus 2012, ±17.30 WIB

Jurnal ini adalah jurnal pertama Ki setelah Idul Fitri 1433 H. Jadi, sebelum Ki memulai jurnal ini, Ki ingin menyampaikan, mohon maaf jika selama ini ada kata-kata Ki yang salah dan tidak berkenan di hati. :)

Sebenarnya, jurnal kali ini tidak jauh-jauh dari suasana Lebaran, karena apa yang akan Ki ceritakan adalah pengalaman nyata yang Ki alami saat Lebaran kemarin. :)

Selama di Jogja, Ki tinggal bersama Kakak Ki dan Nenek Ki. Nenek Ki sudah sering lupa, sehingga Nenek Ki sering sekali menceritakan hal yang sama berkali-kali. Yah, jika Ki sedang bosan, Ki hanya tersenyum untuk merespon apa yang Nenek Ki katakan. Ki sering tidak mendengarkan atau mencermati betul apa yang dikatakan oleh Nenek Ki. Mungkin Ki bukan satu-satunya cucu di dunia yang melakukan hal itu.

Nah, saat Lebaran, keluarga Ki melakukan tradisi “sungkem”—di mana orang yang lebih muda berlutut di hadapan orang yang lebih tua, kemudian saling meminta maaf. Tibalah giliran Ki untuk “sungkem” kepada Nenek Ki. Saat “sungkem”, Nenek Ki memeluk Ki dan mengusap-usap punggung Ki. Bertepatan dengan itulah Ki berbisik, “Mohon maaf, ya, Yangti, kalau selama ini Ki ada salah.”
Baca entri selengkapnya »

Tinggalkan komentar »

10 Agustus 2012: Pekerjaan yang Bagus

Ki pikir, mungkin berbagi tentang keseharian Ki bisa jadi sesuatu yang beda.

Jurnal ini akan berisi tentang keseharian Ki yang apa adanya. Yang berusaha untuk membuat segalanya lucu, menyenangkan, dan bersemangat. :-)

Jumat, 10 Agustus 2012, ±16.30 WIB

Setelah sekian lama, akhirnya Ki bisa update jurnal lagi! :D

Sebenarnya, jurnal kali ini berdasarkan pengalaman yang sudah cukup lama. Sekitar beberapa minggu yang lalu. Tapi, makna dari jurnal ini (semoga saja) tidak lekang oleh waktu. Uhuk!

Jadi, di suatu sore, Ki sedang berbuka puasa dengan Papa Ki dan Mama Ki. Sambil berbuka puasa, kita menonton MasterChef Indonesia 2. Kebetulan, yang jadi bintang tamunya adalah Chef Henry Alexie Bloem. Chef Henry memasuki galeri MasterChef dengan mengendarai motor Harley yang keren.

Melihat itu, Papa Ki dan Mama Ki pun berbincang.

“Jadi chef itu kaya, ya?” komentar Mama Ki.

“Jelaslah,” sahut Papa Ki singkat.

Lalu, Mama Ki pun mengatakan satu kalimat yang cukup memotivasi bagi Ki,
Baca entri selengkapnya »

2 Komentar »

22 Juli 2012: Seseorang yang Sulit Mengatakan “Bagus”

Ki pikir, mungkin berbagi tentang keseharian Ki bisa jadi sesuatu yang beda.

Jurnal ini akan berisi tentang keseharian Ki yang apa adanya. Yang berusaha untuk membuat segalanya lucu, menyenangkan, dan bersemangat. :)

Minggu, 22 Juli 2012, ±11.30 WITA

Pernah tidak bertemu, atau bahkan mengenal, seseorang yang sulit mengatakan “bagus”? Seseorang yang jarang memuji?

Ki mengenal seseorang yang seperti itu. Rasanya cukup menyebalkan. Apa saja yang Ki tunjukkan dengan bangga ke dia, dia nyaris tidak pernah mengatakan “bagus”. Dia selalu saja mengkritik karya Ki tanpa basa-basi.

Orang-orang seperti itulah yang berpotensi untuk membuat kita down. Tapi bagi Ki, orang-orang seperti dia yang justru membuat Ki penasaran. Dia selalu membuat Ki bertanya-tanya, “Bagaimana, sih, caranya biar dia bilang ‘bagus’?”

Pertanyaan itu mendorong Ki untuk terus mencoba dan tidak cepat puas dengan hasil karya Ki. Ki percaya,
Baca entri selengkapnya »

2 Komentar »

18 Juli 2012: Your Own Way

Ki pikir, mungkin berbagi tentang keseharian Ki bisa jadi sesuatu yang beda.

Jurnal ini akan berisi tentang keseharian Ki yang apa adanya. Yang berusaha untuk membuat segalanya lucu, menyenangkan, dan bersemangat. :)

Rabu, 18 Juli 2012, ±13.30 WITA

Jurnal kali ini hanya merupakan pemikiran Ki semata. Bagi teman-teman yang mengalaminya, mungkin bisa berpikir ulang. :)

Kita mungkin punya teman sebaya yang bagi kita, dia lebih berhasil. Di usia yang sama dengan kita, atau bahkan dia lebih muda, dia sudah bisa menggapai mimpinya. Mimpi yang tampak mustahil bagi kita. Mengapa mustahil?

Karena bisa saja kita menganggap kita “hanya” orang biasa, sedangkan dia orang hebat. Atau mungkin kita berpikir, dia hanya kebetulan saja memiliki peluang. Dia cuma lebih beruntung.

Lalu, apakah itu berarti kita juga tidak beruntung?
Baca entri selengkapnya »

Tinggalkan komentar »

15 Juli 2012: Kegagalan Itu Kesempatan

Ki pikir, mungkin berbagi tentang keseharian Ki bisa jadi sesuatu yang beda.

Jurnal ini akan berisi tentang keseharian Ki yang apa adanya. Yang berusaha untuk membuat segalanya lucu, menyenangkan, dan bersemangat. :)

Minggu, 15 Juli 2012, ±15.00 WITA

Ki lagi pingin banget buat efek sprinkle di suatu video! Efek sprinkle seperti saat Tinkerbell terbang itu. Hihi.

Ki pun mencari caranya dari bertanya pada teman-teman, sampai bertanya pada Mbah Google dan Mbah Youtube. Hingga akhirnya, Ki tertarik dengan satu aplikasi. Dari cara penggunaannya, sih, aplikasi itu terlihat mudah digunakan. Ki pun segera men-download trial aplikasi tersebut.

Tetapi, saat Ki mencoba, ternyata tidak semudah yang Ki kira! Ki harus bisa menyesuaikan dengan tepat antara gerakan video itu dengan gerakan sprinkle yang Ki inginkan. Berkali-kali Ki mencoba, tetap gagal. Bahkan, Ki mencobanya sampai berhari-hari.

Di hari pertama Ki gagal, Ki memutuskan untuk berhenti sebentar, sambil memikirkan cara lain. Begitu juga dengan hari esok, dan esok, dan esoknya lagi. Ki sempat frustasi juga. Ki sempat berpikir untuk menggunakan gerakan sprinkle yang sederhana saja, tidak usah yang ribet-ribet. Tapi, dalam hati yang paling dalam, Ki sangat penasaran. Ki ingin sekali mewujudkan apa yang Ki bayangkan.

Akhirnya, setelah bersabar menggunakan berbagai cara dan mencoba, Ki berhasil mewujudkan apa yang Ki inginkan! Gerakan sprinkle yang indah dan sesuai dengan gerakan dalam video. Berkat itu, Ki berpikir,
Baca entri selengkapnya »

Tinggalkan komentar »

11 Juli 2012: Pendukung dan Pengkritik

Ki pikir, mungkin berbagi tentang keseharian Ki bisa jadi sesuatu yang beda.

Jurnal ini akan berisi tentang keseharian Ki yang apa adanya. Yang berusaha untuk membuat segalanya lucu, menyenangkan, dan bersemangat. :)

Rabu, 11 Juli 2012, ±12.30 WITA

Ki lagi senang-senangnya dengan fotografi! :D

Apalagi Ki lagi liburan di Bali. Banyak tempat luar biasa yang tepat untuk difoto. Baru-baru ini, Ki pergi ke Uluwatu, dan Ki banyak memotret di sana. Sepulang dari Uluwatu, Ki mengambil beberapa foto yang menurut Ki paling bagus, lalu Ki edit. Ki mengedit foto-foto itu sesuai dengan keinginan Ki. Foto itu menjadi sangat berbeda dari aslinya, namun Ki suka. Ki pun meng-upload foto-foto itu di Facebook, kemudian menge-tag beberapa teman dan senior yang sudah ahli dalam bidang fotografi.

Ki, sih, berharap mereka memuji foto-foto Ki itu. Karena menurut Ki, foto-foto itu sudah keren!

Tapi, TERNYATA?

Mereka mengkritik banyak hal karena menurut mereka, Ki mengedit terlalu banyak. Menurut mereka, foto alam itu tidak bagus untuk diedit berlebihan. Yah, Ki kecewa juga membaca komentar-komentar mereka.

Tapi, di sisi lain, banyak teman Ki yang menyukai foto-foto Ki itu. Hal itu terlihat dari jumlah like pada album foto Ki tersebut. Teman-teman yang menge-like foto Ki itu memang bukan fotografer, jadi mungkin mereka tidak melihat dari sisi teknis.

Dari foto-foto itu, Ki mendapat pendukung dan pengkritik sekaligus. Awalnya, Ki bingung: lebih baik menunjukkan hasil karya kepada pendukung saja, atau kepada pengkritik saja? Kalau kepada pendukung saja, pasti Ki akan lebih bersemangat karena mereka akan menganggap Ki hebat. Tapi, kalau tidak ditunjukkan kepada para pengkritik, Ki tidak tau apa saja yang masih kurang. Di sisi lain, para pengkritik juga bisa saja menjatuhkan motivasi Ki untuk tetap memotret karena mereka tidak pernah menganggap Ki sebagai seseorang yang hebat.

Akhirnya, Ki mengambil kesimpulan:
Baca entri selengkapnya »

Tinggalkan komentar »

30 Juni 2012: Ada Apa dengan Kulit Berminyak, Jerawat, dan Komedo?

Ki pikir, mungkin berbagi tentang keseharian Ki bisa jadi sesuatu yang beda.

Jurnal ini akan berisi tentang keseharian Ki yang apa adanya. Yang berusaha untuk membuat segalanya lucu, menyenangkan, dan bersemangat. :-)

Sabtu, 30 Juni 2012, ±20.00 WIB

Jurnal ini untuk orang-orang yang merasa cemas dengan kulitnya wajahnya yang berminyak, berjerawat, dan berkomedo. Ki pun mengalami hal yang sama. Begitu juga dengan teman-teman Ki.

Ceritanya, pada suatu siang, saat sedang makan bersama teman-teman, ada salah satu teman Ki yang bercerita kalau dia sempat pergi ke tempat perawatan wajah. Di situ, dia meminta perawatan wajah untuk jerawat. Jelas saja Ki heran, mengingat wajah teman Ki itu cukup mulus, tidak berjerawat. Kalau pun ada, itu hanya satu dan tidak mengganggu penampilannya sama sekali. Dia menjelaskan, kalau dia memang jarang berjerawat. Tapi sekalinya berjerawat, itu adalah jerawat batu. Ki yang sudah sering jerawatan sebenarnya tidak mempermasalahkan hal seperti itu.

Teman Ki itu lalu melanjutkan ceritanya. Dia bercerita, kalau akhirnya dia membeli krim jerawat yang ditawarkan. Krim itu memang membuat jerawatnya hilang, tapi jadi menyebabkan pori-porinya membesar. Dan dia mengkhawatirkan itu. Teman Ki yang lain menimpali. Katanya, pori-pori wajah yang besar justru membuat wajah menjadi lebih mudah berjerawat dan berkomedo.

Ki lama-lama tidak sabar juga mendengarnya. Selama ini, wajah Ki berminyak, berjerawat, dan berkomedo. Dan itu tidak mempengaruhi Ki. Ki masih tetap bisa beraktivitas seperti biasa. Ki pun tetap bisa berteman dengan banyak orang. Akhirnya, Ki pun berkata kepada teman-teman Ki itu,
Baca entri selengkapnya »

3 Komentar »

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.