14 Oktober 2010: Not Ki’s Best Day

Ki pikir, mungkin berbagi tentang keseharian Ki bisa jadi sesuatu yang beda.

Jurnal ini akan berisi tentang keseharian Ki yang apa adanya. Yang berusaha untuk membuat segalanya lucu, menyenangkan, dan bersemangat. =)

Kamis, 14 Oktober 2010, ±07.30 WITA

Pelajaran matematika. Ki duduk di bangkunya—bangku ke-3 dari belakang, paling selatan, dan menempel di dinding, tepat di bawah jendela—yang merupakan tempat strategis untuk melihat pemandangan di luar, tapi tidak cukup berperan aktif untuk menyadarkan Ki bahwa seharusnya Ki melihat ke arah guru yang sedang mengajar. Ki baru menarik pandangannya dari pemandangan luar saat guru yang terancam pensiun itu menulis soal di papan tulis. Integral. Ki, sebagai orang awam, menyebutnya “kenaikan”. Ah, jadi ingat harga cabe yang naik. Tapi Ki bersyukur. Ki tidak suka cabe.

Oke, kembali lagi ke soal integral yang ditulis di papan itu.

Guru yang menganggap bahwa dirinyalah yang paling pandai matematika di kelas itu kemudian memberikan waktu kepada murid-murid untuk menyelesaikan soal tersebut. Ki tampak serius. Ki berusaha untuk menyelesaikannya. Ki sungguh-sungguh. Memang butuh waktu yang cukup lama. Tapi, pekerjaannya selesai. Ki puas sekali.

Akhirnya, Ki bisa menggambar sketsa Lee Min Ho! =D

Yang harus dipelajari: jangan berbohong atau namamu akan tercoreng saat ada seseorang yang tau bahwa itu tipuan Adobe dan tau bahwa ada foto Lee Min Ho yang serupa di Google.

Tapi pada akhirnya, Ki tetap tanya kiri-kanan untuk mencari tau jawaban yang benar dan tetap mencatat penjelasan guru saat beliau membahasnya. =P

Kamis, 14 Oktober 2010, ±16.00 WITA

TRY OUT!

Ki tidak panik dalam menghadapi soal-soal try out. Ki tetap terlihat tenang dalam mengerjakannya. Begitu serius. Satu, dua, tiga, dan seterusnya, Ki tampak santai dalam menjawab.

Bohong.

Ki panik.

Waktu mengerjakan tinggal 30 menit. Sedangkan dari 60 soal, belum ada 30 soal yang terjawab. Ki tanya teman di kiri-kanan, teman di depan, dan tembok di belakang, tidak ada yang tau. Terpaksa Ki mengeluarkan ilmu komunikasi jarak jauhnya: handphone!

Sambil menunggu “ilmu komunikasi” dibalas, Ki memangku handphone tersebut. Kebetulan sekali, Ki masih pakai rok sekolah, jadi Ki bisa memangku handphone tanpa takut ketauan. Akhirnya, setelah penantian yang cukup panjang—yah, kira-kira dari zaman Belanda dateng sampe Indonesia merdeka-lah—pesan Ki dibalas! Wah, Ki girang banget tu! Dan handphone pun turut merayakan kegembiraan itu dengan melakukan atraksi berbahaya: terjun bebas tanpa pengaman!

Yang harus dipelajari: jangan memangku handphone dengan rok yang licin.


Tapi Ki bukannya bangga dengan melaporkan kejadian-kejadian tersebut secara ekslusif. Ki hanya ingin berbagi pikiran,

“Kita tidak harus pintar untuk terus belajar dan tetap berusaha mencari tau.”

-Ki Aori-

3 thoughts on “14 Oktober 2010: Not Ki’s Best Day

    • dibilang ajang curhat, ga juga…
      tujuan utama bikin blog tu sebenernya tletak di kalimat terakhir yg di-bold itu…
      hehe…
      ga seru kalo kalimat-kalimat itu aku simpen sendiri… =)
      makasi ya, udah sempet mampir, ge…
      mohon kritik & saran…
      ikutin perkembangannya, yaa~
      haha…
      aku semangat kalo ada respon dari yang baca… =D

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s