15 Oktober 2010: Refrigerator

Ki pikir, mungkin berbagi tentang keseharian Ki bisa jadi sesuatu yang beda.

Jurnal ini akan berisi tentang keseharian Ki yang apa adanya. Yang berusaha untuk membuat segalanya lucu, menyenangkan, dan bersemangat. =)

Jumat, 15 Oktober 2010, ±06.15 WITA

Refrigerator. Ki merasa beruntung menjadi orang Indonesia karena kata “kulkas” lebih gampang diucapkan—tidak perlu mengalami peristiwa pembelitan lidah. Kenapa mendadak Ki mengangkat kasus pengucapan “kulkas”? Karena kulkas Ki sedang rusak. Alasan klasik.

Sebenarnya, pagi ini, Ki agak telat. Jam segini baru turun dari lantai dua untuk sarapan. Tapi Ki merasa ada yang beda. Ruang dapur jadi terasa lengang karena kulkas Ki sedang rawat inap di bengkel. Hmmm… Baru tau bengkel bisa dipakai jadi tempat rawat inap. Mungkin markas pemadam kebakaran juga bisa. Ah, entah. Ki belum pernah menginap di sana. Takut biaya mahal.

Selain itu, ada dua box besar di lantai dapur. Ternyata box itu berisi es yang gunanya sebagai “kulkas temporer”. Jadi, barang-barang yang tadinya ada di “kulkas permanen” pada migrasi ke box tersebut. Memang terlihat ribet, apalagi dua box itu harus dialasi segala macam alas agar tidak membasahi lantai. Tapi Ki masih belum terlalu memedulikan keberadaan “kulkas temporer” itu. Ki langsung ambil ancang-ancang untuk sarapan.

Saat sarapan itulah Ki baru ngeh, kalau ternyata orang tuanya sedang sibuk karena “kulkas permanen”-nya absen di rumah. Terutama ibu Ki yang memang The Gawat-est Mom at Ki’s home. Satu predikat yang tak akan pernah lepas dari beliau—karena hanya beliau satu-satunya “Mom” di rumah Ki. =P

Melihat ortu sibuk, sebenarnya membuat Ki tidak tenang juga. Sedang sarapan kok, suasananya rusuh. Padahal biasanya Ki sarapan dengan suasana mengantuk. Ki ingin membantu ortunya, tapi Ki tidak tau apa yang harus dilakukan. Satu-satunya cara Ki menolong ortu adalah dengan melanjutkan sarapan agar tidak membuat segalanya menjadi lebih telat.

Saat sarapan itu, Ki mengkhayal. Coba aja kalau Ki sekeluarga tinggal di negara yang bersalju. Rasanya tidak perlu kulkas di musim dingin.

Bisa juga makan es gratis.

Kalau ditambah sirup?

Terus dijual, laku keras, dan kaya raya~!

Wah, skenario khayalan yang hebat! Kalau dibuat film, pasti bisa menang Oscar! =P

Sebenarnya, dari kesibukan ortu Ki karena masalah kulkas rusak itu, Ki jadi mendapat pemikiran baru.

“Rintangan itu hanyalah penghambat, bukan pemberhenti.”

-Ki Aori-

2 thoughts on “15 Oktober 2010: Refrigerator

    • bahasamu~
      ckckck…
      definisikan lg ap artinya “campah” dalam kalimat itu… =D
      btw, makasi udh sempet mampir~ X)
      ikutin perkembangannya terus, yaa~
      wkwkwk…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s