17 Oktober 2010: Minggu=Mellow?

Ki pikir, mungkin berbagi tentang keseharian Ki bisa jadi sesuatu yang beda.

Jurnal ini akan berisi tentang keseharian Ki yang apa adanya. Yang berusaha untuk membuat segalanya lucu, menyenangkan, dan bersemangat. =)

Minggu, 17 Oktober 2010, ±11.30 WITA

Hari yang tidak dinanti pun tiba: hari Minggu! Entah kenapa, Ki kurang suka hari Minggu pada jam bangun tidur sampai jam 14.00 WITA, kemudian dari jam 19.00 sampai jam 20.00 WITA dan saat jam tidur, Ki tidak suka. Tumben ada orang yang tidak menyukai hari secara hitungan jam seperti itu. Tapi memang begitulah Ki. Di jam-jam yang Ki senangi itu, berarti ada acara TV yang bagus! =D

Di hari Minggu, Ki sering merasa bosan. Tidak bertemu dengan teman-teman, tidak bertemu dengan guru-guru, tidak bisa belajar di kelas. Sebenarnya, kalimat yang sebelum ini hanyalah kalimat yang sengaja digunakan untuk memperbaiki citra buruk Ki sebagai siswi kurang teladan. =P

Biasanya, di hari yang membosankan seperti hari Minggu ini, Ki sering merasa mellow. Jadi suka teringat dengan hal-hal lampau. Baik itu kenangan yang menyakitkan, menyedihkan, atau yang dirindukan. Tuh, kan? Bahasa Ki jadi mellow.

Untuk menyiasati ke-mellow-an di hari Minggu, Ki berusaha mengangkat semboyan salah satu iklan keripik kentang sebagai tema Ki di hari Minggu.

Berangkat dari semboyan itulah, Ki berusaha mengubah jadwal di hari Minggu. Ki memasang alarm jam 04.00 WITA untuk sekedar bangun dan duduk di balkon, menikmati dinginnya subuh sambil memandang langit. Dan kita tidak tau apa yang bisa saja terjadi. Mungkin, di jam 04.00 WITA itu, Ki mendadak ingin belajar. Oh, terpujilah Ki bila memang Ki melaksanakannya dengan baik.

Nilai kognitif Ki pasti sangat tinggi. Teori, oh, teori. Engkau bagai teroris. Bangun jam 08.00 WITA dan benar-benar bangun jam 10.00 WITA adalah bukti nyata bahwa praktek tidak bisa semudah teori. Dibilang menyesal dan kecewa, sebenarnya tidak juga. Karena Ki sudah mengenal dirinya sendiri dan dia maklum kalau teori se-mengharukan itu akan sulit direalitaskan dalam waktu semalam.

Ki paham, teori dan praktek terkadang sulit bersama. Selalu ada yang lebih dominan. Ki hanya berharap, teori dan praktek tentang satu hal ini adalah konkrit: teori bahwa kegiatan bersih-bersih rumah sama dengan olahraga dan baik untuk kesehatan. Ki mengabdi pada dua lantai rumah hanya pada hari Minggu. Semoga kelak, Ki bisa memercayai teori itu. =P

Tapi dari kejadian subuh tadi, Ki jadi mendapat ilham. Entah ilham itu terdengar seperti “ilmiah” dan apakah ada kekerabatan di antara mereka, Ki tidak mengerti. Pokoknya ilham.

“Lebih baik berniat buruk tapi pada akhirnya berbuat baik, daripada berniat baik tapi pada akhirnya berbuat buruk.”

-Ki Aori-

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s