9 November 2010: Hargai Dirimu Tanpa Menjual Dirimu

Ki pikir, mungkin berbagi tentang keseharian Ki bisa jadi sesuatu yang beda.

Jurnal ini akan berisi tentang keseharian Ki yang apa adanya. Yang berusaha untuk membuat segalanya lucu, menyenangkan, dan bersemangat. =)

Selasa, 9 November 2010, ±17.30 WITA

Try Out maning~ Try Out maning~

Ki lupa banget kalau ada Try Out di tempat les! Karena itu, Ki merasa rugi 1 kg hari ini. Yah, Ki membawa dua buku setebal kitab dosa dan ternyata dua buku itu tidak digunakan sama sekali hari ini -.-‘. Salah satunya adalah buku les yang sangat tebal yang cocok untuk dijadikan pengganjal pintu.

Selain itu, karena Try Out, jadwal pulang maju satu jam tanpa Ki ketahui sebelumnya! Jadilah Ki harus menunggu jemputan dengan sabar, sesabar orang beriman puasa yang menunggu bedug Marghrib. Maunya, selagi menunggu jemputan, Ki beli cemilan dulu. Tapi nyesek rasanya melihat dompet yang hanya berisi uang Rp 1.100,-. Terlebih uang seribu itu berupa uang seribu logam bergambar angklung yang sangat Ki sayang. Ki pun harus berperang menghadapi godaan maut untuk membelanjakan keping perak itu.

Saat terjadi “perang akbar” di dalam hati itulah, tiba-tiba Ki disamperin salah seorang teman Cina yang…, ehm, jeniusluarbiasa. Sebenarnya Ki tidak akrab, tapi untuk menjaga suasana santai, Ki berusaha mengajaknya ngobrol.

“Hei, tadi pasti kamu bisa, ya, Try Out-nya?” tanya Ki—berusaha riang.

“Heh!” Dia tampak terkejut ditanya begitu.

Ki jadi surprised melihat ekspresinya. Jangan-jangan, dia juga tidak bisa? pikir Ki.

“Matematikanya aku nggak bisa jawab dua!” lanjutnya.

Ki langsung berniat untuk tidak sembarang ber-“jangan-jangan” lagi. Dia tidak bisa jawab dua soal, tapi Ki? Jawab dua soal dengan benar pun rasanya tidak.

Yah, tapi Ki berusaha maklum. Ki memang tidak ada persiapan untuk menghadapi Try Out ini. Agak down sebenarnya, tapi Ki sendiri sadar, yang Ki ajak bicara itu adalah seorang juara umum. Beda “kelas”, itu bahasa canggihnya. Kita tidak menjadi buruk hanya karena seseorang bisa menjawab lebih.

Untuk selanjutnya, Ki harus berusaha lebih keras lagi! Bukan agar bisa menjadi dirinya, tapi agar bisa jadi yang lebih baik dari ini~! (y)

 

“Siapa yang menghargai dirimu bila bukan dirimu sendiri?”

-Ki Aori-

 

NB: saat sampai di rumah, Ki baru sadar kalau ternyata dia masih memiliki selembar uang seribu di kantungnya. -.-‘

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s