20 November 2010: Jangan “Menyumbang”!

Ki pikir, mungkin berbagi tentang keseharian Ki bisa jadi sesuatu yang beda.

Jurnal ini akan berisi tentang keseharian Ki yang apa adanya. Yang berusaha untuk membuat segalanya lucu, menyenangkan, dan bersemangat. =)

Sabtu, 20 November 2010, ±17.00 WITA

Kata “menyumbang” yang ber-petik-dua seperti itu pasti mencurigakan. Apalagi kalau Ki yang nulis. Beneran, deh! Ki udah “menyumbang” dua kali dalam seminggu ini. Amal? BUKAN.

Apakah kalian paham akan peraturan “Hitung kembalian Anda di depan kasir”? Bila ya, silakan simak pertukaran uang yang tidak dianjurkan ini.

Hari Senin, 15 November 2010, Ki membeli materai sekaligus mengepos surat ke kantor pos. Saat di kasir, Ki buru-buru mengeluarkan seluruh uang ribuan lecek yang tersebar di kantung tasnya. Rp 15.000,00. Si mas-mas kasir langsung ambil semua uang itu dan memberikan kembalian seribu. Ki yang tidak paham tentang biaya pos dan saudara-saudaranya itu menerima saja. Setelah di luar kantor pos, ternyata jumlah biaya pos itu hanya Rp 9.000,00! Itu berarti, Ki telah “menyumbang” Rp 5.000,00.

Hari Jumat, 19 November 2010, Ki mendadak pergi ke Galeria hanya dengan membawa uang Rp 21.000,00. Singkat cerita, Ki keliling Gale sendirian. Karena Ki laper, maka Ki pergi ke salah satu tempat makan di situ. Ki kira, harga makanannya di bawah Rp 20.000,00 semua. Pikiran hanya sekedar pikiran. Paling murah nasi putih, sekitar enam ribuan. Ki pun terpaksa membeli soto ayam tanpa nasi tanpa minum karena harga soto itu aja udah Rp 18.000,00! Setelah Ki makan, baru Ki ngeh. Kembaliannya Ki taruh mana, ya? Ki obrak-abrik tas, dompet, kantung jaket, tapi nihil. Ki pun mengingat-ingat dan ingat: mbak-mbak kasir tadi hanya memberikan no. meja dan kitir tanpa kembalian! Berati Ki telah “menyumbang” Rp 2.000,00.

Ki merasa sangat bego. Harusnya, sejak kejadian di kantor pos itu, Ki lebih berhati-hati dan kritis dalam melakukan apa pun. Termasuk dalam menerima kembalian!

Ki pun berusaha menghibur diri dengan menganggap bahwa Ki telah “menyumbang” Rp 7.000,00 untuk pembangunan dan industri negara.

“Hati-hati itu memang rumit, tapi semuanya akan menjadi lebih rumit bila kita tidak hati-hati.”

-Ki Aori-

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s