6 Januari 2011: Putus-putus

Ki pikir, mungkin berbagi tentang keseharian Ki bisa jadi sesuatu yang beda.

Jurnal ini akan berisi tentang keseharian Ki yang apa adanya. Yang berusaha untuk membuat segalanya lucu, menyenangkan, dan bersemangat. =)

Kamis, 6 Januari 2011, ±06.30 WITA

Setiap pagi Ki selalu pergi ke sekolah bareng Mama Ki dan Papa Ki. Dan tadi pagi, jalan Gatot Subroto—yang lebar dan panjang—tumben masih sepi. Papa Ki yang didaulat sebagai pembalap tingkat komplek rumah itu pun langsung gas pol… dan menyalip sebuah mobil polisi patroli!

Mama Ki langsung sedikit berteriak panik, “Ngalah aja, Pa!”

Mungkin Mama Ki takut kalau polisi itu merasa “tersinggung” gara-gara disalip. Yah, terkadang hukum jalanan itu bagai hukum rimba. Siapa yang lebih “kuat”, itu yang berhak melakukan apa saja—termasuk menindas “yang lemah”. Siapa tau tuh polisi—yang di kasus ini jelas lebih “kuat”—lagi nyari gocapan buat sarapan bubur ayam. =P

Tapi Papa Ki menjawab dengan santai,

“Santai aja. Juga tadi ‘kan nyalipnya di garis jalan yang putus-putus. Kalo garisnya putus-putus gitu, berarti boleh nyalip.”

Ki yang diem dari tadi, jadi mendapat satu pemikiran.

“Dua hal penting yang perlu diperhatikan sebelum melakukan sesuatu adalah niat dan alasan yang dapat diperjuangkan.”

-Ki Aori-

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s