24 Januari 2011: Ya

Ki pikir, mungkin berbagi tentang keseharian Ki bisa jadi sesuatu yang beda.

Jurnal ini akan berisi tentang keseharian Ki yang apa adanya. Yang berusaha untuk membuat segalanya lucu, menyenangkan, dan bersemangat. =)

Senin, 24 Januari 2011, ±16.00 WITA

Untuk memudahkan Ki cerita—karena cerita ini agak sulit—anggaplah Ki baru saja memecahkan vas bunga yang disayang Papa Ki. Pingin langsung mengajukan diri, tapi rasanya belum kuat iman dan mental. Kalau diam saja, rasanya pingin meledak. Jadilah, Ki dengan bijak memilih untuk… diam saja.

Dan ketahuan.

“Ki mecahin vas, ya?” tanya Papa Ki to the point.

Ki tidak langsung menjawab. Tapi berdasarkan resolusi 2011 Ki untuk mengurangi kebohongan (terutama kepada orang tua), maka Ki menjawab, “Ya.”

Sedetik setelah itu, Ki langsung berpikiran yang jelek-jelek. Duh, pasti Papa Ki bakal jengkel berat dan nyalahin Ki seutuhnya. Oh, God. Padahal kalau dilihat kadar kesalahannya, salah Ki cuma sekitar 5-10%. Sisanya salah vas itu. Sapa suruh dia dibuat dengan bahan yang begitu rapuh? -_____-

Tapi karena di antara kami hanya Ki yang berupa makhluk hidup dan dinasibkan untuk bisa bergerak dinamis, maka tentu Ki yang menanggung 100% kesalahan itu.

But, guess what?
Papa Ki ternyata tidak mempermasalahkannya lagi. Kata “ya” itu telah mengakhiri segalanya.

Dan Ki benar-benar serasa pingin meledak sekarang karena lega. BUM!

“Menyelesaikan masalah bukan untuk menentukan siapa yang benar dan siapa yang salah. Menyelesaikan masalah hanya untuk menghentikan masalah tersebut.”

-Ki Aori-

2 thoughts on “24 Januari 2011: Ya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s