5 April 2011: Time is Money!

Ki pikir, mungkin berbagi tentang keseharian Ki bisa jadi sesuatu yang beda.

Jurnal ini akan berisi tentang keseharian Ki yang apa adanya. Yang berusaha untuk membuat segalanya lucu, menyenangkan, dan bersemangat. =)

Selasa, 5 April 2011, ±18.18 WITA

Ki suka Paman Gober. =)

Menurut Ki, Paman Gober itu berkarakter banget. Sifatnya yang terlewat hemat itu terasa sangat nyata—ditambah dengan semboyan hidupnya yang membuat dia selalu semangat: time is money!

Semboyan itu rasanya terdengar begitu egois, karena setiap waktu yang dimiliki hidupnya seakan diabdikan hanya demi uang. Tapi, akhir-akhir ini, Ki berubah pikiran. “Time is money” tidak seegois itu.

Yah, saat ini, Ki sangat ingin memiliki kamera DSLR. Cita-cita Ki adalah mengabadikan semua pemandangan pantai yang indah di Bali sebelum Ki melanjutkan studi Ki ke Jawa. Bila dihitung-hitung, mungkin sekitar 3 bulan lagi Ki akan meninggalkan Bali. Tapi, menurut orang tua Ki, kamera tersebut belum pantas untuk Ki karena Ki dianggap belum memerlukannya. Ditambah, harganya yang sangat mahal.

Karena merasa tidak akan mendapat bantuan dana dan restu dari orang tua, maka Ki pun berusaha mengumpulkan uang sendiri. Dan mengumpulkan uang untuk membeli kamera DSLR dalam waktu 3 bulan itu jelas tidak mudah, saudara-saudara! Harus benar-benar berusaha sekarang atau tidak akan sempat. Time is money!

Bila kita merasa waktu kita terbatas, emosi kita juga akan ikut dipermainkan. Karena itu, banyak orang yang sudah putus asa sebelum berusaha karena membayangkan tidak akan bisa mewujudkan targetnya. Lalu? Apa yang harus kita lakukan agar kita tidak merasa down jika target kita tidak terpenuhi di akhir batas waktu yang singkat?

Hhmmm… Mungkin Ki punya saran. =)

Jangan mematok nilai sebagai target. Jadi, anggap kita ingin mengumpulkan uang Rp 3.000.000,00 dalam waktu 3 bulan. Well, jangan benar-benar terpaku dengan angka 3.000.000 tersebut, karena itu akan menjadi beban pikiran. Lebih baik, jadikan kemampuan kita sebagai pedoman. Dengan demikian, kita bisa berpikir seperti ini: “Aku akan berusaha semampuku dan tidak akan memaksakan diriku untuk lebih dari itu. Berapa pun jumlah yang kudapat nanti, aku akan sangat bersyukur, karena paling tidak, aku telah menambah tabunganku.”

Believe it or not, tapi itu bisa lebih menenangkan pikiran. Karena kita menjadi maklum dengan kemampuan diri kita sendiri dan kita akan menjadi ikhlas dalam menjalani usaha kita. =)

“Waktu yang terbatas bukan untuk dibuang, tapi untuk dimanfaatkan semampu kita. Waktu yang terbatas seharusnya tidak membuat kita putus asa, tapi justru membuat kita menjadi lebih bersemangat.”

-Ki Aori-

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s