13 April 2011: Byar!

Ki pikir, mungkin berbagi tentang keseharian Ki bisa jadi sesuatu yang beda.

Jurnal ini akan berisi tentang keseharian Ki yang apa adanya. Yang berusaha untuk membuat segalanya lucu, menyenangkan, dan bersemangat. =)

Rabu, 13 April 2011, ±16.45 WITA

Ki cuma punya 1 lampu belajar yang masih bisa berfungsi sesuai harapan. Dan lampu belajar itu berada di ruang keluarga—terletak di atas meja yang cukup luas. Ki selalu menggunakan meja itu setiap belajar atau menggambar saat malam hari.

Mendekati UN seperti ini, Ki memang harus “tampak” rajin belajar di hadapan orang tua karena orang tua akan selalu merasa tenang bila melihat anaknya belajar. Betul? Padahal belum tentu anaknya paham dengan pelajaran yang bersangkutan setelah belajar. =P

Well, sore ini mendung gelaaap sekali. Ki yang biasanya belajar di kamar kakak saat siang hari terpaksa pindah karena kamar itu menjadi gelap—apalagi belum dipasangi lampu. Keadaan ruang keluarga yang berada di tengah rumah jelas lebih gelap lagi. Berhubung kedua tangan Ki penuh dengan “perkakas” untuk belajar, maka Ki tidak bisa menyalakan saklar lampu. Ki langsung mendekati meja dan menghidupkan lampu belajar itu.

Byar!

Meja itu langsung menjadi terang benderang, tapi Ki malah merasa kalau sudut ruangan lainnya—yang tidak terkena cahaya—menjadi lebih gelap dari sebelumnya. Mungkin karena sebelumnya semua sama gelap, lalu tiba-tiba lampu belajarnya dinyalakan, jadi terangnya tidak seimbang. Perbedaan terang dan gelap itu menjadikan semuanya sangat kontras. Cahaya lampu yang terang menjadikan sudut ruangan gelap, dan sudut ruangan yang gelap menjadikan cahaya lampu itu terlihat sangat terang.

Setelah dipikir-pikir, hal itu mirip dengan kehidupan kita. Bila cahaya lampu diibaratkan dengan kesuksesan, tentu kita akan terpaku olehnya. Tentu kita takut untuk melepaskan kesuksesan seperti kita takut melepaskan cahaya dari pandangan kita. Padahal kita tidak bisa melihat kesuksesan yang lain bila ternyata kesuksesan itu tersembunyi dalam kegelapan.

Karena itu, jangan hanya memandangi satu lampu yang hanya menerangi satu meja. Tapi berusahalah agar bisa menghidupkan satu lampu yang bisa menerangi satu ruangan.

Maksudnya, jangan puas hanya dengan kesuksesan kecil. Berusahalah untuk mencapai yang kesuksesan yang lain, yang lebih tinggi, untuk bersama! =)

-Ki Aori-

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s