27 April 2011: Nyengir Kuda

Ki pikir, mungkin berbagi tentang keseharian Ki bisa jadi sesuatu yang beda.

Jurnal ini akan berisi tentang keseharian Ki yang apa adanya. Yang berusaha untuk membuat segalanya lucu, menyenangkan, dan bersemangat. =)

Rabu, 27 April 2011, ±11.33 WITA

Akhirnyaaa, Ki punya kesempatan lagi untuk duduk di hadapan komputer tercinta setelah halangan dan rintangan menerpa. Don’t go away (again), compy… TT

Well, Ki sebenarnya Ki pingin cerita kekonyolan Ki dua hari yang lalu. Yup, Senin, tanggal 25 April 2011. Hari itu adalah hari pertama Ki les di kelas baru. Jelas, bermunculan wajah-wajah baru di kelas tersebut. Bila dihadapkan oleh situasi yang serba baru seperti itu, orang-orang bisa menanggapinya dalam berbeda cara. Ada yang cuek, ada yang santai, ada yang semangat, dan ada pula yang gugup atau bahkan merasa tidak nyaman.

Sebenarnya, Ki tergolong ke bagian orang yang merasa gugup dan bahkan merasa tidak nyaman. Maka Ki pun berpikir untuk menjadikan wajah-wajah baru itu sebagai wajah-wajah yang akrab, sehingga Ki tidak perlu lagi merasa gugup dan tidak nyaman.

Jam-jam pertama Ki lakukan dengan diam. Paling Ki hanya rame dengan teman-teman yang memang sudah akrab dengan Ki. Tapi, akhirnya, ada saatnya Ki dihadapkan oleh wajah-wajah baru itu dan Ki tidak mungkin tetap diam.

Ini saatnya! Ki harus menunjukkan senyum ramah Ki!

Bimsalabim!

Ki malah nyengir kuda! Awalnya, mereka tersenyum. Tapi lama-lama jadi tertawa bareng. Mau tidak mau, Ki jadi ikut tertawa juga. Siaul.

Astagaaa! Ki tau kadang-kadang Ki memang konyol, tapi Ki baru tau kalau ternyata Ki sekonyol itu! Malunyaaa! Ingin hati menampilkan kesan yang anggun di awal perkenalan, Ki malah malah menganggunkan senyum kuda. -____-

Tapi, setelah dipikir-pikir, buat apa juga malu? Toh, dengan kekonyolan itu, kita jadi bisa tertawa bareng. =P

“Yang penting dari berteman bukanlah bagaimana kita mengajaknya berkenalan, tapi bagaimana kita mengajaknya berteman.”

Coba lihat saja Shinchan dan kawan-kawannya. Dia tidak pernah bersikap wajar dan gentle, tapi dia tetap bisa diterima oleh teman-temannya. Bahkan bila tanpa Shinchan, rasanya persahabatan mereka jadi kurang seru. (Secara Shinchan adalah tokoh utama. =P). Atau coba lihat Aang dan Zuko. Awalnya, mereka musuh. Tapi setelah mereka mengerti bahwa mereka bisa saling membantu, maka mereka pun saling membantu, dan itu menjadikan mereka menjadi sahabat. See?

Jangan takut konyol di hadapan teman barumu. =)

-Ki Aori-

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s