4 Mei 2011: Yesterday

Ki pikir, mungkin berbagi tentang keseharian Ki bisa jadi sesuatu yang beda.

Jurnal ini akan berisi tentang keseharian Ki yang apa adanya. Yang berusaha untuk membuat segalanya lucu, menyenangkan, dan bersemangat. =)

Rabu, 4 Mei 2011, ±20.00 WITA

“Yesterday, all my troubles seemed so far away

Now it looks as though they’re here to stay

Oh, I believe in yesterday…”

Jurnal pertama Ki di bulan Mei ini dibuka oleh sebait lagu Yesterday dari The Beatles. Do you like this song like I do? =)

Jurnal ini terpikir saat Ki sedang melakukan salah satu rutinitas harian Ki: bengong di balkon sambil menatap langit. Rasanya, semua orang pernah menyesali kesalahannya di masa lalu—entah itu kejadian yang sudah lama sekali, atau kemarin, atau bahkan barusan. Penyesalan itu biasanya datang setelah muncul masalah baru yang mengingatkan kita pada kesalahan kita tersebut.

Apa kamu pernah menyesal? Apa kamu pernah berpikir untuk bisa mengulang waktu dan memperbaiki kesalahanmu?

Ki pernah menyesal dan berpikir untuk bisa mengulang waktu dan memperbaiki kesalahan Ki. Tapi pikiran mustahil akan tetap menjadi pikiran belaka. Daripada tetap menyesal dan tidak melakukan apa-apa, Ki pun berusaha mengubah sedikit pemikiran Ki.

Memperbaiki adalah membuat sesuatu menjadi normal, seperti sedia kala.

“Apa kamu benar-benar hanya menginginkan sesuatu itu menjadi ‘normal’? Kenapa tidak mencoba untuk membuat sesuatu tersebut menjadi ‘lebih baik’?”

Dan membuat sesuatu menjadi lebih baik bisa kamu lakukan sambil terus maju menjalani waktu. Karena pada dasarnya, semua manusia ingin berbeda dan mendapatkan yang sempurna atau yang terbaik. Maka dari itu, Tuhan tidak akan mengembalikan waktumu agar kamu terus berusaha menjadi yang terbaik—tanpa perlu menjadi normal “lagi”.

Tapi bila kamu merasa kesalahan yang kamu buat itu fatal dan tidak bisa dibuat menjadi lebih baik, dalam kasus ini, diri dan emosimulah yang diuji untuk menjadi lebih baik. Jadi, sampai di mana kamu bisa menyadari kesalahanmu, usahamu untuk tidak mengulanginya lagi, dan usahamu untuk memaafkan dirimu sendiri? Memaafkan bukan hal yang mudah, walau itu memaafkan diri sendiri. Maka, jadilah orang hebat dengan langkah simple: memaafkan kesalahan—entah itu kesalahanmu atau orang lain. =)

Ingat juga kata Han di film The Fast and the Furious: Tokyo Drift,”Hidup itu sederhana. Kamu hanya memilih dan tidak boleh menyesalinya.”

-Ki Aori-

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s