6 Agustus 2011: Pisau Tumpul

Ki pikir, mungkin berbagi tentang keseharian Ki bisa jadi sesuatu yang beda.

Jurnal ini akan berisi tentang keseharian Ki yang apa adanya. Yang berusaha untuk membuat segalanya lucu, menyenangkan, dan bersemangat. =)

Sabtu, 6 Agustus 2011, ±12.45 WITA

Whoaaa~! And I’m here again! Sit in front of my cmputer~!😄

Mohon maaf atas lambatnya jurnal ini di-update. Ada human error. OTL

Jadi, sekarang Ki akan menceritakan pengalaman Ki saat mengupas bawang tanggal 3 Agustus 2011. Saat itu, mama Ki menugaskan Ki mengupas bawang segambreng dan tugas tersebut sudah harus selesai sebelum mama Ki pulang kantor. Ki yang tidak biasa di dapur jadi takut-takut saat dihadapkan oleh sebaris pisau. Akhirnya, Ki memilih pisau yang tumpul dan berjuang bersamanya mengupas semua bawang itu. Singkat cerita, tugas itu pun selesai. Mama Ki yang melihat pisau yang Ki gunakan, langsung terkejut.

“Kamu pakai pisau ini? ‘Kan tumpul. Emang bisa?” Mama Ki sanksi.

“Ini buktinya,” jawab Ki sambil menunjuk semua bawang yang sudah terkupas itu.

“Wah, hebat! Mama aja nggak bisa ngupas bawang pakai pisau tumpul,” kata mama Ki yang cukup membuat Ki bangga dan percaya diri untuk mengupas bawang lebih banyak lagi.

Yah, memang seharusnya memakai pisau yang tajam. Tapi masalahnya, Ki takut kalau pisau tajam itu malah mengupas jari Ki. Jadi, Ki berkesimpulan,

“Lebih baik memakai pisau tumpul tapi bisa memberikan kepercayaan diri daripada memakai pisau tajam tapi malah melukai diri sendiri.”

Untuk lebih memperjelas, Ki akan memberikan beberapa contoh.

Contoh 1: bila kamu hanya bisa berenang di kolam renang, maka berenanglah di kolam renang. Kamu akan dinilai hebat bila kamu “terlihat” di kolam renang, dalam artian kamu menguasai kolam renang tersebut. Jangan memaksakan diri berenang di laut. Karena kamu akan dinilai sangat tidak hebat bila kamu “terlihat” di laut, dalam artian hanya tangannya yang terlihat menggapai-gapai mencari perhatian untuk ditolong.

Contoh 2: akuntan adalah salah satu pekerjaan yang menjanjikan. Tapi bila kamu tidak bisa akuntansi, lebih baik hindari pekerjaan itu. Bila kamu nekad tetap mencarinya, kamu bisa stres sendiri. Lebih baik kamu cari pekerjaan lain atau bahkan buat lapangan pekerjaan sendiri yang sesuai dengan keahlian kamu.

Jadi, intinya, kamu yang mengerti kemampuanmu sendiri. Dan jangan memaksakan diri lebih dari itu.

-Ki Aori-

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s