12 Januari 2012: Pemberani Adalah…

Ki pikir, mungkin berbagi tentang keseharian Ki bisa jadi sesuatu yang beda.

Jurnal ini akan berisi tentang keseharian Ki yang apa adanya. Yang berusaha untuk membuat segalanya lucu, menyenangkan, dan bersemangat.🙂

Kamis, 12 Januari 2012, ±15.00 WITA

Sekitar bulan Agustus 2009, Ki dan keluarga pergi ke Tanah Lot. Di sana, Ki foto bersama ular. Ki kurang tau itu ular apa, tapi sepertinya ular sanca batik.

Saat Ki berfoto dengan ular itu, Papa Ki, Kakak Ki, dan yang lain tidak berani mendekat. Mereka hanya melihat dari jauh. Mama Ki bergidik saat pertama kali melihat foto itu. Bahkan, beliau sampai tidak mau memegangnya. Kemudian, foto itu sempat Ki jadikan profil picture di Facebook. Alhasil, ada sepupu Ki yang sampai tidak berani membuka wall Ki karena takut melihat foto ular itu. Dan baru-baru ini, foto yang Ki pajang di kamar itu sampai dibalik oleh Bude Ki karena alasan yang sama: takut melihat ular.

Berikut adalah foto yang dihindari oleh beberapa orang itu.

Mereka menganggap Ki sangat berani mau berfoto dengan ular yang cukup besar dan berat itu. Sampai ada salah satu pawang ularnya yang terkesan dengan keberanian Ki dan memberikan Ki bonus, yaitu: foto gratis bersama ular sanca batik yang lebih kecil.

Mereka hanya tidak tau kalau sebenarnya Ki pun sempat ketakutan. Ki sempat ingin mundur. Saat memegang ular itu, kaki Ki bergetar (karena sangat berat dan merasa takut) dan Ki memegang lehernya dengan erat agar dia tidak bisa berbalik. Saat akhirnya si ular bisa memandang lurus ke arah Ki, Ki merasa sangat takut. Rasanya ingin segera lepas dari ular tersebut.

Kalau saja mereka tau apa yang Ki rasakan itu, apakah mereka masih menyebut Ki pemberani?

Ada suatu quote yang Ki dapat dari seorang teman dekat. Entah dia mendapatkan quote itu dari mana. Quote itu berbunyi:

“Orang penakut hanyalah orang yang menunjukkan rasa takutnya. Dan orang pemberani adalah orang yang menyembunyikan rasa takutnya.”

Yah, rasanya benar. Saat berfoto dengan ular itu, walau sebenarnya ada rasa takut dan tidak yakin, Ki berusaha tetap tersenyum dan ceria. Mungkin karena terlihat ceria itu, makanya Ki dibilang berani oleh orang-orang tersebut.🙂

-Ki Aori-

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s