12 Mei 2012: Hari Salah Paham

Ki pikir, mungkin berbagi tentang keseharian Ki bisa jadi sesuatu yang beda.

Jurnal ini akan berisi tentang keseharian Ki yang apa adanya. Yang berusaha untuk membuat segalanya lucu, menyenangkan, dan bersemangat.🙂

Sabtu, 12 Mei 2012, ±19.30 WIB

Sebenarnya, pengalaman yang Ki alami ini terjadi saat hari Senin, 7 Mei 2012, kemarin. Tapi, karena Ki baru sempat update sekarang, jadi baru Ki tulis sekarang. Hehe.😛

Ceritanya, di hari Senin itu, Ki melihat 3 kejadin salah paham antara 2 orang. Yang pertama, Ki melihat kejadian salah paham antara 2 orang yang tidak Ki kenal. Ki membaca kesalahpahaman mereka di suatu blog internet. Yang kedua, kesalahpahaman terjadi antara teman Ki dan Ki sendiri. Jadi, teman Ki membicarakan suatu topik tanpa maksud tertentu. Tapi karena Ki lagi “sensitif” dengan topik itu, Ki jadi sempat tersinggung. Dan terakhir, kesalahpahaman antara Ki dan teman Ki yang lain. Inti masalahnya sama: Ki bicara sesuatu, dia menangkapnya berbeda dari yang Ki maksud, hingga dia tersinggung.

Hah, salah paham memang sangat tidak asik! Ki pun menamakan hari Senin, 7 Mei 2012, itu sebagai Hari Salah Paham (versi Ki)!

Kalau kita membicarakan sesuatu, lalu tiba-tiba lawan bicara kita malah tersinggung dan marah dengan kita, kita juga pasti bingung sekaligus sebal, ‘kan? Dalam hati kita, mungkin kita juga berpikir, “Lho, kok, dia malah marah? Maksudku, ‘kan, nggak begitu. Ih, ga asik banget, sih, dia!”

Yah, memang bukan maksud kita untuk menyinggung orang lain. Tapi, manusia pasti tidak luput dari keterbatasan persepsi. Apalagi salah paham juga bisa bergantung dari mood tiap orang. Oleh karena itu, pikiran seperti tadi hanya akan memperkeruh suasana.

Lebih baik, saat orang lain mengalami salah paham dengan apa yang kita katakan, kita tidak hanya menyalahkan dia. Ada baiknya kita juga introspeksi diri, berusaha mengingat-ingat lagi apa saja yang kita sampaikan dan bagaimana cara kita menyampaikannya. Mungkin, salah paham itu juga berawal dari kita sendiri.

“Dan daripada kita berusaha untuk menyalahkan dia, lebih baik kita berusaha untuk meminta maaf.”

Apapun yang kita katakan, bila sampai menyinggung orang lain, itu berarti kita telah “menyakiti” dia. Walau kita tidak merasa salah, yah, meminta maaf duluan itu bukan hal yang haram.

Meminta maaf duluan tidak menjadikanmu orang yang salah. Tapi, meminta maaf duluan bisa menjadikanmu orang yang hebat.

-Ki Aori-

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s