11 Juli 2012: Pendukung dan Pengkritik

Ki pikir, mungkin berbagi tentang keseharian Ki bisa jadi sesuatu yang beda.

Jurnal ini akan berisi tentang keseharian Ki yang apa adanya. Yang berusaha untuk membuat segalanya lucu, menyenangkan, dan bersemangat.🙂

Rabu, 11 Juli 2012, ±12.30 WITA

Ki lagi senang-senangnya dengan fotografi!😀

Apalagi Ki lagi liburan di Bali. Banyak tempat luar biasa yang tepat untuk difoto. Baru-baru ini, Ki pergi ke Uluwatu, dan Ki banyak memotret di sana. Sepulang dari Uluwatu, Ki mengambil beberapa foto yang menurut Ki paling bagus, lalu Ki edit. Ki mengedit foto-foto itu sesuai dengan keinginan Ki. Foto itu menjadi sangat berbeda dari aslinya, namun Ki suka. Ki pun meng-upload foto-foto itu di Facebook, kemudian menge-tag beberapa teman dan senior yang sudah ahli dalam bidang fotografi.

Ki, sih, berharap mereka memuji foto-foto Ki itu. Karena menurut Ki, foto-foto itu sudah keren!

Tapi, TERNYATA?

Mereka mengkritik banyak hal karena menurut mereka, Ki mengedit terlalu banyak. Menurut mereka, foto alam itu tidak bagus untuk diedit berlebihan. Yah, Ki kecewa juga membaca komentar-komentar mereka.

Tapi, di sisi lain, banyak teman Ki yang menyukai foto-foto Ki itu. Hal itu terlihat dari jumlah like pada album foto Ki tersebut. Teman-teman yang menge-like foto Ki itu memang bukan fotografer, jadi mungkin mereka tidak melihat dari sisi teknis.

Dari foto-foto itu, Ki mendapat pendukung dan pengkritik sekaligus. Awalnya, Ki bingung: lebih baik menunjukkan hasil karya kepada pendukung saja, atau kepada pengkritik saja? Kalau kepada pendukung saja, pasti Ki akan lebih bersemangat karena mereka akan menganggap Ki hebat. Tapi, kalau tidak ditunjukkan kepada para pengkritik, Ki tidak tau apa saja yang masih kurang. Di sisi lain, para pengkritik juga bisa saja menjatuhkan motivasi Ki untuk tetap memotret karena mereka tidak pernah menganggap Ki sebagai seseorang yang hebat.

Akhirnya, Ki mengambil kesimpulan:

“Pendukung akan membuatmu bersemangat, pengkritik akan membuatmu lebih baik.”

Jadi, tunjukkan saja hasil karya kita kepada semua orang. Dalam kasus ini, fotografi atau seni, tidak ada yang salah atau benar. Semuanya bergantung pada selera.

Walau Ki mendapat banyak kritikan, namun Ki tidak menyesal karena Ki sudah mendapatkan foto yang Ki suka. Nah, untuk ke depannya, Ki akan berusaha untuk mendapatkan hasil foto alam yang bagus, meski tidak diedit terlalu banyak.🙂

-Ki Aori-

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s