22 Juli 2012: Seseorang yang Sulit Mengatakan “Bagus”

Ki pikir, mungkin berbagi tentang keseharian Ki bisa jadi sesuatu yang beda.

Jurnal ini akan berisi tentang keseharian Ki yang apa adanya. Yang berusaha untuk membuat segalanya lucu, menyenangkan, dan bersemangat.🙂

Minggu, 22 Juli 2012, ±11.30 WITA

Pernah tidak bertemu, atau bahkan mengenal, seseorang yang sulit mengatakan “bagus”? Seseorang yang jarang memuji?

Ki mengenal seseorang yang seperti itu. Rasanya cukup menyebalkan. Apa saja yang Ki tunjukkan dengan bangga ke dia, dia nyaris tidak pernah mengatakan “bagus”. Dia selalu saja mengkritik karya Ki tanpa basa-basi.

Orang-orang seperti itulah yang berpotensi untuk membuat kita down. Tapi bagi Ki, orang-orang seperti dia yang justru membuat Ki penasaran. Dia selalu membuat Ki bertanya-tanya, “Bagaimana, sih, caranya biar dia bilang ‘bagus’?”

Pertanyaan itu mendorong Ki untuk terus mencoba dan tidak cepat puas dengan hasil karya Ki. Ki percaya,

“Seseorang yang sulit mengatakan ‘bagus’ terhadap hasil karya kita adalah seseorang yang membuat kita semakin maju.”

Jadi, saran Ki, kita jangan takut untuk memamerkan hasil karya kita ke orang-orang yang jarang memuji itu. Jangan takut dikritik. Karena kalau kamu takut dikritik, berarti kamu takut untuk menjadi seseorang yang lebih baik.

Teruslah mencoba untuk menghasilkan karya yang menurut mereka (orang-orang yang pelit pujian itu) bagus. Kamu tidak akan pernah merasakan betapa bahagianya ketika karyamu dipuji oleh mereka jika kamu berhenti berusaha.🙂

-Ki Aori-

 

2 thoughts on “22 Juli 2012: Seseorang yang Sulit Mengatakan “Bagus”

  1. Hola~~~
    Sekadar berbagi, dalam pekerjaan/dunia profesional kita juga harus tahan kritik yaa..

    Dan bicara tentang kritik, jadi keingat suatu hari di kelas KomPer ketika sang dosen ababil membantai (atau mengkritik?) habis-habisan proposal seseorang.
    Hmm… jadi dimana ya batas ‘membantai’ dan mengkritik itu?

    btw beb, gimana kabar bali? beberapa minggu yang lalu aku denger di radio katanya Denpasar banjir :O

    • Holaa~~
      Yah, masa-masa KomPer itu memang udah lewat. Tapi sang dosen rasanya memberikan moment menakutkan yg tak terlupakan.😛
      Mungkin “membantai” itu kondisi di mana seseorang menguraikan segala kesalahan tanpa basa-basi dan ga memberikan sedikit ruang kepada orang lain untuk tersenyum. Beda sama kritik yang masih berperikemanusiaan (di mana masih ada sedikit basa-basi dan orang yang dikritik pun masih bisa tersenyum). Hehe…😛
      Kabar Bali baik, lagi dingin-dinginnya, nih. Gimana Jogja?😀
      Itu Denpasar sebelah mana, ya? Ki malah ga tau. Haha…
      Tapi Alhamdulillah, di rumah Ki, ga ada banjir.😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s