10 Agustus 2012: Pekerjaan yang Bagus

Ki pikir, mungkin berbagi tentang keseharian Ki bisa jadi sesuatu yang beda.

Jurnal ini akan berisi tentang keseharian Ki yang apa adanya. Yang berusaha untuk membuat segalanya lucu, menyenangkan, dan bersemangat.πŸ™‚

Jumat, 10 Agustus 2012, Β±16.30 WIB

Setelah sekian lama, akhirnya Ki bisa update jurnal lagi!πŸ˜€

Sebenarnya, jurnal kali ini berdasarkan pengalaman yang sudah cukup lama. Sekitar beberapa minggu yang lalu. Tapi, makna dari jurnal ini (semoga saja) tidak lekang oleh waktu. Uhuk!

Jadi, di suatu sore, Ki sedang berbuka puasa dengan Papa Ki dan Mama Ki. Sambil berbuka puasa, kita menonton MasterChef Indonesia 2. Kebetulan, yang jadi bintang tamunya adalah Chef Henry Alexie Bloem. Chef Henry memasuki galeri MasterChef dengan mengendarai motor Harley yang keren.

Melihat itu, Papa Ki dan Mama Ki pun berbincang.

β€œJadi chef itu kaya, ya?” komentar Mama Ki.

β€œJelaslah,” sahut Papa Ki singkat.

Lalu, Mama Ki pun mengatakan satu kalimat yang cukup memotivasi bagi Ki,

β€œMemang, ya. Semua pekerjaan itu bagus kalau ada niat.”

Wah, Ki setuju sekali! Pekerjaan apa pun, asal dilaksanakan dengan niat dan usaha, pasti akan sukses.πŸ™‚

-Ki Aori-

NB: pekerjaan yang dimaksud dalam jurnal ini adalah pekerjaan yang halal, tentu saja.πŸ˜›

2 thoughts on “10 Agustus 2012: Pekerjaan yang Bagus

  1. Jadi ter-motivasi untuk cari pekerjaan ideal setelah lulus kuliah.. Tapi apa ya?
    Ki, mungkin kalau melihat orang sukses dan jadi termotivasi itu mudah ya. Tapi mungkin untuk mencari tujuan dari motivasi itu sendiri agak susah. Jadi kayak, “So, aku pengen sukses. Aku bakal kerja mati-matian. Tapi sukses jadi apa yaa…??”
    Ada cerita yang bisa membantu? :O

  2. Ki selalu punya dua macam cita-cita, yaitu cita-cita jangka pendek dan jangka panjang. Cita-cita jangka pendek itu seperti nilai yang baik saat ujian, atau ingin jadi komikus, dsb. Sedangkan kalau cita-cita jangka panjang, Ki ingin jadi seorang advertiser yang hebat & bisa buat perusahaan sendiri.πŸ™‚
    Intinya, memikirkan pekerjaan tidak harus pekerjaan yang muluk-muluk yang bukan minatmu. Sebaliknya, kamu bisa memikirkan pekerjaan hebat yang merupakan minat dan kemampuanmu. Kamu tidak harus memaksakan dirimu jadi dokter jika kamu tidak suka Biologi. Tapi, kamu dengan mudah membuat dirimu menjadi seorang komikus profesional yang terkenal jika kamu suka menggambar dan bercerita.
    Hah? Bercita-cita menjadi seorang komikus? Bagaimana bisa? Di Indonesia, ‘kan, komikus kurang berkembang.
    Saran Ki, jangan takut untuk bermimpi tentang hal-hal yang terkesan mustahil seperti itu. Siapa tahu, dengan kamu menjadi komikus, kamu mampu membuat suatu gebrakan baru yang bisa mendongkrak kualitas dan mengembalikan kejayaan komik-komik Indonesia.πŸ˜€
    Kesuksesan justru bisa muncul dari cita-cita pendek yang simple. Contohnya, seperti cerita Chef Henry itu. Mungkin, ada dari kita yang mengatakan, “Pekerjaannya ‘hanya’ koki.” Tapi, pekerjaan yang “hanya koki” itu, jika dikerjakan dengan senang dan sungguh-sungguh, bisa menjadi kesuksesan.
    Jadi, bila pertanyaannya adalah, “Sukses jadi apa, ya?”
    Jawabannya adalah, “Sukseslah dalam bermimpi, mewujudkan mimpi itu, dan bersenang-senang. Sukseslah menjadi dirimu.”πŸ™‚

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s