27 Agustus 2012: Mendengarkan = Membahagiakan

Ki pikir, mungkin berbagi tentang keseharian Ki bisa jadi sesuatu yang beda.

Jurnal ini akan berisi tentang keseharian Ki yang apa adanya. Yang berusaha untuk membuat segalanya lucu, menyenangkan, dan bersemangat.🙂

Senin, 27 Agustus 2012, ±17.30 WIB

Jurnal ini adalah jurnal pertama Ki setelah Idul Fitri 1433 H. Jadi, sebelum Ki memulai jurnal ini, Ki ingin menyampaikan, mohon maaf jika selama ini ada kata-kata Ki yang salah dan tidak berkenan di hati.🙂

Sebenarnya, jurnal kali ini tidak jauh-jauh dari suasana Lebaran, karena apa yang akan Ki ceritakan adalah pengalaman nyata yang Ki alami saat Lebaran kemarin.🙂

Selama di Jogja, Ki tinggal bersama Kakak Ki dan Nenek Ki. Nenek Ki sudah sering lupa, sehingga Nenek Ki sering sekali menceritakan hal yang sama berkali-kali. Yah, jika Ki sedang bosan, Ki hanya tersenyum untuk merespon apa yang Nenek Ki katakan. Ki sering tidak mendengarkan atau mencermati betul apa yang dikatakan oleh Nenek Ki. Mungkin Ki bukan satu-satunya cucu di dunia yang melakukan hal itu.

Nah, saat Lebaran, keluarga Ki melakukan tradisi “sungkem”—di mana orang yang lebih muda berlutut di hadapan orang yang lebih tua, kemudian saling meminta maaf. Tibalah giliran Ki untuk “sungkem” kepada Nenek Ki. Saat “sungkem”, Nenek Ki memeluk Ki dan mengusap-usap punggung Ki. Bertepatan dengan itulah Ki berbisik, “Mohon maaf, ya, Yangti, kalau selama ini Ki ada salah.”

Ketika Ki mengatakan hal itu, Nenek Ki menghentikan sebentar usapan tangannya, seakan-akan ingin mendengarkan betul apa yang Ki sampaikan. Nenek Ki seakan tidak ingin melewatkan satu kata pun. Baru setelah Ki selesai mengucapkannya, Nenek Ki kembali mengusap-usap punggung Ki sambil berkata, “Ya, ya.”

Jujur, Ki merasa terharu sekali. Selama ini, Ki sering tidak mendengarkan betul apa yang Nenek Ki katakan, tapi Nenek Ki masih mau mendengar permohonan maaf dari Ki. Saat itulah Ki menyadari kalau hal kecil, seperti mendengarkan, bisa begitu bermakna dan membahagiakan.

“Jika ingin membahagiakan orang lain, mulailah dari mendengarkan apa yang mereka katakan.”🙂

Selamat mendengarkan.🙂

-Ki Aori-

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s